FK Unwahas Gelar Pengobatan Gratis Cegah Stroke

Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unawahas) mengadakam pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Desa Kuwasen Rejo, Kelurahan Pongangan, Kecamatan Gunungpati.

Wakil Dekan FK dr. Dian Inayati, M.Kes menjelaskan, kegiatan itu merupakan rangkaian Dies Natalis Ke-7 Fakultas Kedokteran Unwahas.

‘’Kegiatan ini juga program Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim dalam mewujudkan salah satu tugas Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat (PkM). Hal ini sangat penting sebagai wujud nyata aplikasi ilmu pengetahuan dalam bidang pelayanan kesehatan di dalam komunitas masyarakat,’’ kata dr. Dian.

Menurutnya, pengabdian yang bertemakan ‘’Pencegahan Hipertensi dan Stroke Menuju Lansia Sehat’’ merupakan bentuk komitmen dari FK Unwahas, sebagai upaya dalam pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat.
Pembimbing mahasiswa SM Bakti Pertiwi SKM MKes sekaligus Ketua Departemen Kedokteran Keluarga dan Humainora FK Unwahas, menjelaskan pengabdian masyarakat diikuti tim dosen dan mahasiswa kedokteran.

Dimana mahasiswa bertugas untuk melakukan anamnesis, mengukur tekanan darah, mengukur Indek Massa Tubuh (IMT), pengecekan kolesterol, asam urat dan gula darah. Sedangkan Tim kesehatan berpartisipasi dalam memberikan konseling terkait dengan hasil pengecekan yang telah dilakukan.

Selain pemeriksaan kesehatan gratis, pada kesempatan itu dilakukan penyuluhan dan edukasi menggunakan media leaflet.
Penyuluhan kesehatan disampaikan dosen FK Unwahas dr Rima Asmarani SpN membahas mengenai penyakit stroke, yang merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Dr Rima menyampaikan tanda-tanda terkena serangan stroke meliputi kesemutan separuh badan, perot, pelo, kelemahan separuh badan/ satu sisi, atau vertigo yang terus menerus.

‘’Masyarakat menjadi mengerti tentang faktor-faktor risiko dari stroke di antaranya diabetes mellitus, stress, hipertensi, asam urat, kolesterol, terutama apabila tidak terkontrol,’’ katanya.

Masyarakat diimbau, apabila ditemukan tanda dan gejala seperti itu yang telah disampaikan agar untuk segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

UNWAHAS SUMPAH 19 DOKTER MUDA YANG SIAP MENGABDI UNTUK KESEHATAN NEGERI

UNWAHAS – Sebanyak 19 dokter baru lulusan Universitas Wahid Hasyim dilantik dan diambil sumpah. Pengambilan sumpah dokter dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran dr. Sudaryanto MPd. Ked di auditorium Fakultas Kedokteran Kampus Nongkosawit, Gunungpati Kota Semarang, Sabtu (14/1).

Wakil Dekan FK Bidang Akademik dr Dian Inayati M. Kes melaporkan dari 19 dokter baru tersebut 10 orang di antaranya dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Mereka diambil sumpah setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode November 2022.

“hingga angkatan kedua sejak berdiri tahun 2016 hingga kini telah meluluskan 26 dokter. Dengan menyandang gelar sebagai seorang dokter diharapkan akan semakin membawa manfaat bagi pribadi, keluarga dan masyarakat setelah beberapa tahun berjuang, menyandang profesi sebagai dokter bukanlah akhir dari proses pembelajaran, tetapi justru menjadi awal dari pembelajaran dan perjalanan perjuangan panjang di bidang kemanusiaan”, ungkapnya.

“Profesi dokter adalah panggilan jiwa, karena itu dokter lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim  yang disiapkan menjadi insan intelektual dan berkarakter tidak boleh lelah dalam berjuang untuk kemanusiaan. kompetensi yang dimiliki hendaknya terus dikembangkan dan dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas layanan dengan tetap menjaga etika kedokteran. Saat ini negara masih menghadapi persoalan pemerataan layanan kesehatan, terutama di kawasan Indonesia timur”, lanjutnya.

Karena itu diharapkan para dokter yang baru saja disumpah dapat memposisikan diri menjadi bagian dari jawaban atas persoalan itu.

Selain mengucapkan sumpah, para dokter baru juga mengikuti upacara adat disiram dengan air bunga.

Wakil Ketua Pengurus Yayasan Wahid Hasyim Semarang Dr. K.H. Abu Hafsin mengatakan, yayasan sangat terharu dan bangga atas prosesi pengambilan sumpah dokter yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali itu. “Kami mengucapkan selamat sekaligus merasa terharu dan bersyukur atas momentum ini, karena sebagian tugas kekhalifahan yayasan untuk turut menyediakan SDM di bidang kesehatan mulai terwujud,” katanya.

Rektor Universitas Wahid Hasyim  Prof Dr Mudzakir Ali, M.A mengingatkan para dokter baru lebih bersungguh-sungguh dan semangat menekuni profesi tersebut. ‘’Profesi mulia dokter yang dalam terminologi Al-Qur’an bahwa menghidupkan satu manusia seakan menghidupkan semua manusia,’’ katanya.

Yang membanggakan dari 19 doter baru tersebut mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Antara lain dari NTT, Palangkaraya, Pangkalanbun, Tegal dan Demak.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah dr Djoko Handojo MSi Med SpB(K) Onk FICS mengajak agar para dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim  menguatkan inovasi karena tantangan dunia kesehatan berkembang cepat. ”Pahami aturan-aturan kesehatan. Saya juga mendorong untuk studi lanjut spesialis jangan hanya puas sebagai dokter umum,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. H. Abdul Hakam, Pembina Yayasan Wahid Hasyim H Ali Mufiz M.PA dan para orang tua wisudawan. (SM-Agus F)

Berikut adalah daftar nama dokter muda yang telah diambil sumpah pada Sabtu (14/1)

  1. dr. Ratna Widyaningrum, S.Ked., M.H
  2. dr. Brilliant Gareda Airlangga, S.Ked
  3. dr. Imas Roro Ayu Sekar Tyasari, S.Ked
  4. dr. Elsa Pradita, S.Ked
  5. dr. Alfin Alfian Ahmad Yatmeidhy, S.Ked
  6. dr. Azizah Siantya, S.Ked
  7. dr. Evi Ramasinta, S.Ked
  8. dr. Ni Kade Putri Widyawati, S.Ked
  9. dr. Rahmita, S.Ked
  10. dr. Ahmad Fauzan, S.Ked
  11. dr. Heru Tri Julianto, S.Ked
  12. dr. Sesilia Kristovera M Boro, S.Ked
  13. dr. Diah Triana, S.Ked
  14. dr. Lisa Handayani, S.Ked
  15. dr. Indah Jaka Adhikarsa, S.Ked
  16. dr. Silva Fatikhatun Naja, S.Ked
  17. dr. Citra Mayo Olivia, S.Ked
  18. dr. Nur Chusnaini Inayati, S.Ked
  19. dr. Damai Setiowati, S.Ked

UNWAHAS TERJUNKAN TIM MEDIS DALAM MISI KEMANUSIAAN DI CIANJUR

CIANJUR – Bencana gempa bumi dengan magnitudo 5,6 SR yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11), menyebabkan puluhan ribu unit rumah rusak dan tercatat lebih dari seratus orang mengungsi baik yang ada di pengungsian terpusat maupun mengungsi secara mandiri. Hal ini mendorong banyak relawan terjun melaksanakan misi kemanusiaan tidak terkecuali Universitas Wahid Hasyim.

Pada Senin (28/11), Tim medis Universitas Wahid Hasyim Semarang datang ke POS AJU PWNU Jateng di Desa Nagrak, Kampung Sudi, Dusun 3, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam rangka Penerjunan tim medis Unwahas bersama dengan Tim Relawan NU Peduli Jateng Gelombang 2 ke lokasi kejadian gempa bumi di cianjur. Acara pelepasan bantuan dan relawan ini berlangsung di lokasi di PWNU Jateng. Sebelum keberangkatan relawan dan tim medis Unwahas mendapatkan pengarahan PWNU Jateng untuk melaksanakan tugas secara maksimal. Tim medis Unwahas mendapatkan bantuan sarana dan prasana oleh LAZIZ NU dan PWNU Jateng.

Unwahas memberikan bantuan logistik kepada korban bencana gempa bumi di cianjur, dibawah koordinasi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Nur Cholid M.Ag, M.Pd. Unwahas turut membantu bencana di wilayah Cianjur sebagai bentuk aksi kemanusiaan dengan memberikan bantuan makanan, minuman, dan pakaian serta tenaga Tim medis untuk dikirimkan kesana. Bantuan dari Unwahas direspon baik oleh warga. Jumlah tim medis relawan yang berangkat menuju lokasi bencana sebanyak 12 orang terdiri dari 6 Dokter Muda, 5 Dokter lulusan terbaik angkatan pertama Fakultas Kedokteran Unwahas dan 1 dosen pendamping selaku PIC tim medis. Selanjutnya tim medis dibagi menjadi 3 tim dimana masing-masing tim terdiri dari 4 orang. Semua tim medis yang membantu para korban bencana gempa bumi ditugaskan selama kurang lebih satu minggu.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, MA selaku Rektor Unwahas merasa bersyukur bahwa Tim Medis Unwahas bisa terjun langsung ke lokasi terdampak gempa dan Unwahas dapat berkontribusi kepada masyarakat Cianjur yang terdampak gempa. “Harapannya Unwahas bisa berkontribusi meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di Cianjur dan semoga kondisi di Cianjur bisa segera pulih”, pungkasnya.

Tim medis Unwahas dibawah PIC, dr. Fatinah, M.Biomed., AIFO-K juga melakukan asesmen, mendata dan menganalisa kondisi warga yang terdampak gempa. Selain memberikan terapi obat-obatan, tim medis juga memberikan edukasi terkait kesehatan dan kebersihan kepada warga agar selalu menjaga kondisi selama di pos pengungsian. Obat-obatan yang digunakan untuk operasional kegiatan disana merupakan bantuan dari LAZIZ NU dan PWNU Jateng. Tim medis Unwahas ada yang bertugas di posko kesehatan dan ditempatkan di beberapa titik lokasi terdampak gempa, mereka berhadapan langsung dengan penyintas yang membutuhkan bantuan obat-obatan. Sebagian tim medis bersama para relawan NU Peduli Jateng juga melakukan mobiitas ke daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau oleh mobil agar pengobatan dapat diterima penyintas secara merata.

Seluruh Indonesia ikut berduka dan Tim medis Unwahas bekerja membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah Gempa di Cianjur. Maka dari itu kita bersama-sama berkolaborasi untuk membangun kembali harapan warga disana.

UNWAHAS LANTIK DOKTER BARU DENGAN CAPAIAN CUMLAUDE

UNWAHAS – Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (FK Unwahas) menggelar acara Pengambilan Sumpah Dokter Angkatan I pada hari Selasa, 18 Oktober 2022 di ruang Aula FK Unwahas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. 

Pelaksanaan Sumpah Dokter dilaksanakan pertama kali di Universitas Wahid Hasyim dilakukan terhadap para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus program profesi dokter dengan melalui tahapan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) batch Agustus 2022. Pada kesempatan kali ini, Dekan FK Unwahas dr. Sudaryanto, M.Pd Ked mengambil sumpah  tujuh orang dokter baru yang telah lulus program profesi dokter. Adapaun ke-7 dokter baru FK Unwahas yang mengikuti sumpah dokter hadir didampingi orang tuanya yaitu dr. Erwin Saputra, dr. Faradella Fryska Donna P, dr. Halisa Asri, dr. Margaretha Caroline Hartanto, dr. Lanny Chendra, dr. Sendhi Dwi Laksono, dr. Ninda Rosyada.

Acara dihadiri secara langsung oleh Jajaran Rektorat, Dekanat,  Senat Fakultas, Program Studi Universitas Wahid Hasyim dan Rohaniawan. Acara juga dihadiri secara langsung Direktur Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro selaku RS Pendidikan utama, Rumah Sakit jejaring, Dinas Kesehatan Jawa Tengah, IDI Kota Semarang serta para tamu undangan.

Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA mengucapkan selamat kepada para dokter baru yang baru saja diambil sumpahnya atas prestasi yang telah diraih dengan meluluskan sebanyak 7 dokter yang dilantik saat ini, semua dengan hasil “Cumlaude” dan merupakan kualitas lulusan terbaik FK Unwahas Angkatan Pertama.  Beliau menyampaikan ikut bangga bahwa para lulusan FK Unwahas telah dibekali pengetahuan keagamaan dan moral yang unggul, sehingga telah menjadi ciri khas sebagai seorang yang berilmu tetapi sekaligus berkarakter dengan ahlakul karimah. Dokter baru diharapkan lebih mementingkan panggilan profesi ketimbang kepentingan diri sendiri dan golongan dan sikap yang demikian harus dimiliki oleh seluruh dokter lulusan Universitas Wahid Hasyim sebagai cerminan karakter khas dari kampus yang berkarakter Aswaja.

Rektor Unwahas selaku pimpinan juga turut mengucapkan syukur untuk perjalanan panjang sebagai angkatan pertama di Fakultas Kedokteran hingga bisa berada pada tahap sekarang ini.  Ucapan selamat juga diberikan atas capaian yang luar biasa bagi FK Unwahas melahirkan dokter angkatan pertama dengan capaian kelulusan 90%. Dalam sambutannya Rektor Unwahas menyampaikan Profesi dokter adalah profesi mulia, maka niatkan dalam layanan kesehatan sebagai Ibada kepada Tuhan dan menerapkan nilai-nilai aswaja sebagai karakter dokter Unwahas. Rektor Unwahas juga menyampaikan terimakasih kepada RS Pendidikan Utama (RSD KRMT Wongsonegoro) dan RS Jejaring yang telah banyak membantu dalam proses Pendidikan profesi dokter.

dr. Susi Herawati, M.Kes selaku Direktur RSD KRMT Wongsonegoro.  Dalam sambutannya mengucapkan selamat dan menjelaskan tantangan yang harus dihadapi sebagai dokter baru dalam memasuki dunia kerja sekaligus dunia pengabdian. Dokter baru diminta agar terus belajar, disiplin dan etika profesi agar dapat hidup berdampingan di masyarakat dengan baik.

Sementara itu, dr, Sigid Kirana Lintang Bhima, Sp.FM(K) selaku ketua IDI Kota Semarang mengucapkan ini adalah awal perjalanan menjadi dokter baru. Dalam segala tindakan harus selalu menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik.

Perwakilan dokter baru dan orang tua juga memberikan sambutan dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar FK Unwahas, rumah sakit Pendidikan dan semua pihak yang telah membagikan ilmu, membimbing dan mendukung sampai mereka dapat mencapai gelar dokter dan siap membaktikan hidup kepada masyakarat. Mereka bangga dan bahagia dapat menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang. (TIM FK)

GELAR KULIAH UMUM, UNWAHAS HADIRKAN DOKTER PENDIRI RUMAH SAKIT APUNG

UNWAHAS – Universitas Wahid Hasyim bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) perwakilan Jawa Tengah menghadirkan Kuliah Umum bersama dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV atau yang akrab dipanggil dr.Lie pada Senin (20/6) siang. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. H Mudzakkir Ali,MA, Ketua INTI Jawa Tengah Gouw Andy Siswanto, Direktur Pasca Sarjana, para Wakil Rektor Universitas Wahid Hasyim, para Dekan dan seluruh keluarga besar Civitas Academica Universitas Wahid Hasyim serta Mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Ketua INTI Jawa Tengah Gouw Andy Siswanto menjelaskan jika kiprah dr.Lie yang peduli dengan sesama dan gemar bersosial tersebut patut dicontoh. “saya rasa ini sejalan dengan Universitas Wahid Hasyim yang mengutamakan rasa kemanusiaan, dan melihat perjalanan dr. Lie yang sangat luar biasa ini semoga Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim dapat meneruskan cita-cita Beliau” ungkapnya. Kuliah Umum kali ini merupakan hasil kerja sama  yang baik yang telah terjalin antara  Universitas Wahid Hasyim dan INTI Jawa Tengah “senang sekali dua tahun lalu kita tanda tangani kerja sama dan masih dapat berlanjut hingga saat ini, dan kita dapat mengundang dr.Lie untuk memberikan Kuliah Umumnya siang ini” pungkasnya.

Dokter Lie Agustinus Dharmawan mendirikan rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang bertujuan memberi pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Bakti kemanusiaan awak kapal RSA dr. Lie Dharmawan memulai pelayaran perdananya pada 2013 lalu dari Kepulauan Seribu, Belitung Timur, dan Kalimantan Barat. Adapun sepanjang 2018 rumah sakit apung telah berlayar ke delapan daerah yang minim fasilitas kesehatan, seperti wilayah barat daya Maluku, Sulawesi Tenggara, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu dalam sambutannya Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. H Mudzakkir Ali, MA menjelaskan jika dr.Lie mengajarkan kekuatan keyakinan dalam menempuh perjalanan hidup, dan pengabdian pada kemanusiaan yang sangat tinggi “dengan membangun rumah sakit di atas laut, dr.Lie mengajarkan juga tentang Hijrah, yaitu melakukan hal yang tidak seperti biasanya” ungkapnya.

Kuliah Umum yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube UNWAHAS TV tersebut di akhiri dengan sesi tanya jawab dan tanda tangan buku dr.Lie yang dibagikan gratis untuk peserta Kuliah Umum  (DNY)

UNWAHAS MENJADI ACUAN UNISKA KEDIRI, PERSIAPKAN PRODI PENDIDIKAN DOKTER

UNWAHAS – Salah satu indikator semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Wahid Hasyim adalah banyaknya pihak luar yang ingin melakukan kerjasama untuk meningkatkan kualitas dalam lini pendidikan. Kali ini Universitas Islam Kadiri ( UNISKA ) hadir berkunjung di kantor Rektorat Universitas Wahid Hasyim dalam rangka penandatanganan kerjasama kedua belah pikah pada Rabu, (3/11) Siang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Univeritas Wahid Hasim Prof. Dr H Mudzakkir Ali, MA, Wakil Rektor I Dr. Andi Purwono, S.I.P, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd., Wakil Rektor IV Dr. Helmy Purwanto, ST, MT, Kepala KUIK Universitas Wahid Hasyim Nanang Nurcholis, S.Th.I., MA. Serta pihak Universitas Islam Kadiri yang di wakili oleh Rektor Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si, Wakil Rektor I Dr. Supriyono, SP., MP., Wakil Rektor II Dr. Drs. Ec. Eko Widodo, MM., Wakil Rektor IV H. Khayatudin, S.H.,M.Hum dan jajaran lainya.

Dalam sambutanya, Rektor Universitas Islam Kadiri Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si menyampaikan jika selain melakukan silaturahmi kehadiranya juga bermaksud untuk berdiskusi dengan Universitas Wahid Hasyim dalam pendirian Program Studi Pendidikan Dokter, dimana Beliau menilai Universitas Wahid Hasyim telah sukses terlebih dahulu mendirikan Program Studi Pendidikan Dokter. Lebih lanjut Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si menjelaskan jika kegiatan kali ini sebenarnya sudah terencana dalam dua tahun terakhir, namun dikarenakan kendala pandemi sehingga kali ini baru bisa terlaksana.

Sementara itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. H Mudzakkir Ali, MA menerima dengan baik kunjungan pihak Universitas Islam Kadiri tersebut untuk melakukan diskusi dalam pembangunan Program Studi Pendidikan Dokter. Dalam sambutanya beliau menyampaikan jika sesama Universitas yang berada dinaungan lembaga NU tersebut sebaiknya memang harus saling mendukung dalam hal kebaikan. Prof. Dr. H Mudzakkir Ali, MA dalam sambutanya juga banyak memberikan tips dalam penyusunan awal persiapan pembukaan Program Studi Pendidikan Dokter, mulai dari administrasi hingga membangun kerjasama dengan Rumah Sakit setempat sebagai tempat praktek Mahasiswanya nanti.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat lantai 6 Gedung Dekanat tersebut berjalan dengan baik dan lancar, diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua Universitas tersebut. Acara penandatanganan kerjasama tersebut dilanjutkan dengan Room Tour secara langsung oleh seluruh peserta ke Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim, Jl. Raya Manyaran-Gunungpati, Nongkosawit, Kec. Gn. Pati. (DNY)

UNWAHAS GANDENG RSUD SURADADI KABUPATEN TEGAL, TINGKATKAN KERJA SAMA BIDANG TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

UNWAHAS – Dalam upaya peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Wahid Hasyim melakukan penandatanganan kerja sama dengan RSUD Suradadi Kabupaten Tegal pada Rabu (29/12). Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kabag pemerintah Kabupaten Tegal Bapak Munawar, Direktur RSUD Suradadi Tegal dr.Ruszaeni, Rektor Universitas Wahid Hasyim Bapak Prof. Dr. H Mudzakkir Ali, MA, Wakil Rektor IV Bidang Kerja sama Bapak Dr. Helmy Purwanto, S.T, M.T, Sekretaris kantor urusan Internasional Universitas Wahid Hasyim Bapak Adi Joko Purwanto, S.IP.,MA , Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Ibu dr. Dian Inayati M.Kes, serta Sekertaris Program Studi Kedokteran Ibu dr. Fatin.

Kerja sama yang dimaksudkan untuk meningkatkan dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Serta dalam kegiatan tersebut nantinya tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim dapat melakukan Koas di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim, dr. Dian Inayati M.Kes mengapresiasi pihak rumah sakit yang sudah berkenan untuk menerima kunjungan tersebut. “Sekiranya mohon bimbingan dari para dosen pembimbing klinik beserta staf untuk bimbingan mahasiwa kami yang kelak akan koas di rumah sakit ini” kata Dian.

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di RSUD Suradadi Kabupaten Tegal tersebut diakhiri dengan foto bersama. (DNY)

WALI KOTA SEMARANG TINJAU PELAKSANAAN SENTRA VAKSINASI DI UNWAHAS

UNWAHAS ­­–  Sentra vaksinasi Universitas Wahid Hasyim menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi beserta jajaran, Rabu (28/7) siang. Wali Kota bersama Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof Dr H Mudzakkir Ali MA, jajaran Kodam IV Diponegoro, Polrestabes Semarang, Camat serta para Lurah di lingkungan tersebut, meninjau jalanya vaksinasi dari proses pendaftaran hingga proses observasi peserta vakin.

Dalam tinjauanya Wali Kota Semarang menuturkan bahwa masyarakat harus disiplin dan mematuhi protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan sehingga dapat  meminimalisir angka peningkatan terpaparnya virus Corona.

Dengan adanya sentra vaksinasi di Universitas Wahid Hasyim,  Wali kota Semarang juga menjelaskan jika hal tersebut dapat memudahkan masyarakat  untuk menerima vaksin , sehingga  memiliki daya imun yang kuat dan stabil, agar tidak mudah terjangkit Covid-19.

Sosialisasi untuk melakukan vaksinasi terus dilakukan kepada seluruh masyarakat termasuk para Mahasiswa. Hendrar Prihadi juga menghimbau kepada seluruh akademika Universitas Wahid Hasyim serta tokoh masyarakat untuk selalu mensosialisasikan terkait vaksinasi yang ada di Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim tersebut. ‘’Saya meminta tolong kepada temen-temen Rektor, Camat, Lurah dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi pentingnya melakukan vaksin, bahwa vaksin itu tidak obat, tetapi sebagai rompi anti peluru bagi kita’’ himbau Hendrar.

Sementara itu, ketua panitia vaksinasi Universitas Wahid Hasyim Dokter  Sudaryanto, menjelaskan bahwa untuk pengendalian covid-19 harus melibatkan  banyak pihak. Unwahas yang bekerja sama langsung dengan Kemenkes RI dan lembaga lainya mengambil peran untuk menjadi salah satu  sentra vaksinasi yang ada di kota Semarang. ‘’Semoga sinergitas antara bidang kesehatan ,PORLI,TNI,dan akademika berjalan dengan baik untuk menyukseskan program pemerintah khususnya untuk peminimalisiran covid 19,’’ ucap Dokter Sudaryanto.

Umiroh, (50) salah satu peserta asal Siwalak Gunung Pati Semarang mengungkapkan telah mendapatkan undangan dari RT setempat untuk melakukan vaksin agar lebih memudahkan pelayanan. ‘’kegiatan bagus, mudah dan pelayan baik ,semoga berlanjut dengan lancar  untuk masyarakat setempat.’’

KALI INI, CENTRA VAKSIN UNWAHAS KERJA SAMA DENGAN BPJS

UNWAHAS- pelayanan vaksin terus dilakukan kepada masyarakat ,Unwahas sebagai salah satu unit central vaksin yang bertepat di fakultas kedokteran gunung pati semarang hari ini gandeng dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) jumat (13/08/2021)

Dalam kegiatan vaksin kali ini di hadiri oleh direktur BPJS Bersama para stafnya langsung beserta para peserta vaksin yang sudah hadir dengan protokol yang telah di sesuaikan.

Proses vaksinasi di utamakan bagi prolanis program yang meningkatkan kualitas hidup para peserta jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan yang mengidap penyakit kronis dengan biaya pelayanan Kesehatan yang efektif dan efesien khusnya bagi penderita yang lanjut usia yang rentan dengan Covid-19.

Direktur Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) juga menjelaskan dengan adanya kegiatan ini juga membantu pemerintah untuk melakukan percepatan vaksinasi karna proses dan upaya harus terus dilakukan untuk mengurangi penularan covid 19.

‘’saya mengucapkan terima kasih kepada Unwahas dengan peserta yang cukup banyak dengan berbagai fasilitas yang ada dan sangat bagus.‘’ tutur Dr.Lily Kresnowati,M.kes.

Dalam pelaksanaan vaksin untuk prolanis yang memengtingkan upaya upaya yang sudah diperiksa bagi lanjut usia dan memiliki kondisi Kesehatan yang baik,dengan kondisi Kesehatan yang terjaga ,maka resiko terjadinya komplikasi pun bisa menurun.(RKN)

KKN UNWAHAS BANTU TURUNKAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN DEMAK

UNWAHAS – Dalam upaya menekan jumlah stunting di Provinsi Jawa Tengah, Universitas Wahid Hasyim melalui program pengabdian Masyarakat melaksanakan pemberdayaan kelompok Masyarakat KB dalam rangka percepatan penurunan stunting pada Sabtu (13/8) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Temuroso Kecamatan Guntur Kabupaten Demak dan dihadiri oleh Wakil Bupati Demak KH Ali Makhsun,M.Si, Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. KH Mudzakkir Ali,MA didampingi Wakil Rektor IV Dr. Helmy Purwanto,ST., MT, Kepala LP2M Dr. Ali Martin, M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Sudaryanto, M.Pd.Ked beserta jajaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) beserta Mahasiswa dan warga sekitar.

Rektor  Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. KH Mudzakkir Ali,MA mengatakan pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam KKN Tematik ini merupakan bagian dari MOU dengan Pemprov Jateng khususnya BKKBN Jateng dalam rangka pengentasan dan percepatan penurunan angka stunting Nasional yang ditempatkan lokasi di Kab Demak “Universitas Wahid Hasyim sebagai Perguruan Tinggi akan terus mengamalkan Tri Dharma yang salah satunya adalah pengabdian kepada Masyarakat, melalui kerja sama ini semoga dapat menekan jumlah stunting di Jawa Tengah” jelasnya.

Seperti yang diketahui stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan atau pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Terkait isu tersebut Universitas Wahid Hasyim melalui KKN XXVII menerjunkan sebanyak 162 peserta di Kab Demak dari Fakultas Kedokteran dan Farmasi, seluruh peserta KKN terbagi dalam 11 kelompok pada 2 Kecamatan.

Sementara itu Kepala LP2M Universitas Wahid Hasyim Dr. Ali Martin, S.IP.,M.Si menambahkan, selain memberikan sosialisasi tentang penekanan jumlah stunting KKN Universitas Wahid Hasyim juga mengadakan Bazar Expo yang dapat diikuti masyarakat sekitar “Mahasiswa kami juga menghadirkan hasil produk KKN terkait penanganan stunting, seperti minuman vitamin dari daun kelor, menu khusus stunting, pudding stunting dan masing banyak lagi” ungkapnya. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pencanangan Mahasiswa Peduli Stunting (PENTING) di Kab. Demak, pentas seni drama, dan pentas seni musik oleh Mahasiswa dan Masyarakat sekitar. (DNY)